Langsung ke konten utama

Sajak-sajak Moehammad Abdoe (Tanjungpinang Pos, 1 Agustus 2020).

 


KELUARGA IBRAHIM


(1) 

Di bukit Mina itu 

Ibrahim seorang Nabi taat 

dari Allah telah menguji 

menyembelih putranya 

bernama Ismail 


Sebab kesabaran hati 

Allah pun mengutus Jibril 

menukar putra Ibrahim 

seekor domba 


(2) 

Ismail putra Hajar 

Nabi yang saleh dan tabah 

sumber mata air zamzam 

terpancar zaman 


(3) 

Sungguh Siti Hajar 

perempuan dari Mesir itu 

terpanggang terik matahari 

di lembah gersang 


Betapa pun sabar 

kasih dan pengorbanannya 

berputar tujuh keliling 

umat mengenang 


(4) 

Menyembelih Ismail 

di puncak ketakwaannya 

Allah mengajarkan 

manusia agar menyembelih 

sifat-sifat binatang 

pada dirinya 


Malang, 30 Juli 2020.


RINDU DI JALAN NABI MUSA


Bila rindu telah berserah diri 

waktu hanyalah ruang yang hampa 

namun, bila rindu telah menggebu 

akankah jarum dapat menemukan bukti


Seperti di pundak Gunung Sinai itu 

kaki Musa pernah terkilir hingga pingsan 

mengakui, bahwa tiada yang lebih berat 

selain daripada rindunya kepada kekasih 


Dan Muhammad pun mendapat perintah 

hendaklah mudah jalannya menemui 

berulang-ulang, hingga ia tersipu malu 

melepas kepak rindunya ke bumi 


Malang, 27 Juli 2020.


#moehammadabdoe #tanjungpinangpos #pondoksastra #puisi #sajak



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Moehammad Abdoe (Pondok Sastra)

BIANGLALA Oleh: Moehammad Abdoe. Musim hujan di Kota Malang Pelangi di tepi Sungai Brantas itu Indah menawan bak tepian mata Kemilap cahayanya ingin mengabadikan Tatkala senja mengujung tiba Matahari tersangkut di kabel Bocah-bocah sebaya bersahaja Menarik layang-layang Bila di Jakarta angin saja dijual Di kotaku angin bertebaran Melesat ke segenap penjuru ruang Pohon nyiur di tepi jalan Malang, 20 November 2019. MERPATI Oleh: Moehammad Abdoe. Merpati Jemputlah kekasih Tatkala ia bertanya Jawablah karena cinta Rayu dan cium Sambutlah dengan senyum Gamit dan kepakkan sayapmu Terbanglah sampai tujuh Pulau Buru, Namlea, November 2018. GUNUNG BOTAK Oleh: Moehammad Abdoe. Hidangan emas dari Yang Maha Pemurah dari ceruk rantau Gunung Botak menjadi rujukan orang-orang nestapa. Daun biru pelangi membungkus tubuhnya yang terjal menampung kekejaman penambang yang siap men...

Puisi Moehammad Abdoe (Pondok Sastra).

gambar google. DARI LORONG SELIMUT Oleh: Moehammad Abdoe. Ya Tuhan secuil batu bata tiupan firman adakah ruang atau sekedipan waktu untuk lari? Di balik selimut kelam ruhku direnggut sunyi sejenak ingin kulepas garis pandangMu Menembus malam melintasi rembulan bintang-bintang, bima sakti dan galaksi-galaksi Dari barat sampai timur fajar tiada kusanggup berpaling dariMu yang luas mengetahui Bangkalan, 03 April 2019. API Oleh: Moehammad Abdoe. Kuhisap cintamu pada api Dalam sukmaku yang sunyi Membentang kepak-kepak burung Rindu menabik waktu Aku tidaklah kau Kecuali menyatu dalam dzatmu Berkelana di gurun sahara Desir angin sangkakala Adanya dari hulu ke hilir Tak usang oleh peradaban zaman Cinta melebur dalam nirwana Segala kuarsa pujangga hati Rantau, 14 Desember 2019. MANI BUNGA KERANDA Oleh: Moehammad Abdoe. Mani bunga keranda Di pundak-pundak petani Kereta arak-arakan Payung zikir Sepetak ladang basah Bedeng renungnya rahim bumi ...

Puisi Moehammad Abdoe (Pondok Sastra).

gambar google. ANAK GEMBALA Oleh: Moehammad Abdoe. Rumah prodeo Merajut badan sebatang kara Dangau pemasungan Sungai darah Usiran kasih sayang Tempat pembuangan bertingkap Saat kabut purba lengas Gulita kerai bulan Waktu menjelang tiba Sembap di pangkuan bunda fajar Mengecup tanah berbunga Di taman Suara bangsi gembala Menggema di padang sabana Cemeti dewa menggiring domba Pulang ke kandang Malang, 14 Februari 2020. PERAHU KERTAS Oleh: Moehammad Abdoe. Perahu kertas Dermaga penantian Mengeja seribu deretan aksara Riwayat batu karang Lembayung berenang Selaput bening matanya berkaca-kaca Di langit tua berkunang-kunang Ia membasuh luka Tuhan kiranya mampu Menangkup cahaya menara pandu Ajarilah bagaimana menyandarkan perahu Kemudian melipat sampul buku Kiranya beku kapur Luntur mengabu di lautan kalbu Bagaimana sauh berlabu Pusaran laut biru Bangkalan, 25 Februari 2020. BAHTERA YATIM PIATU Oleh: Moehammad Abdoe. Memanjat doa tebing...