Riau Pos, 6 September 2020. Asmaradahana apakah yang berpaling darimu keraguan rintik hujan di luar jendela datang laju angin membawa kabar bisik-bisik daun kering asmaradahana sepasang burung jalak hinggap sayap sengketa di dahan rambutan berhujan-hujan asmara ke bumi dua paruh saling patah menangkup garis musim mengabu jauh di luar batas Malang, 25 Agustus 2020. Bintang Pengetuk Rembulan bergelayut awan Bintang-bintang berzikir di kedipannya Memancarkan cahaya terang benderang Gulita rona marcapada Mengetuk setiap pintu-pintu rumah itu Sebagai tangga nada para pejalan malam Dari menuju pelataran sumpahnya “Maka, Sayang. Ketuklah pintu rumahku” Mengolah dan mengasah panca indra Senantiasa menyelami kedalaman Cahaya di atas cahaya Sang pemilik tunggal semesta alam Malang, 23 Agustus 2020. Mandul Kutulis sajak ini dari seorang pemegang pena yang termenung di tepi sungai tohor telaga hitam penanya Menyaksikan pohon meranggas paru-paru perunggu bernap...