Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

Puisi-puisi Moehammad Abdoe

  Riau Pos, 6 September 2020. Asmaradahana apakah yang berpaling darimu keraguan rintik hujan di luar jendela datang laju angin membawa kabar bisik-bisik daun kering asmaradahana sepasang burung jalak hinggap sayap sengketa di dahan rambutan berhujan-hujan asmara ke bumi dua paruh saling patah menangkup garis musim mengabu jauh di luar batas Malang, 25 Agustus 2020. Bintang Pengetuk Rembulan bergelayut awan Bintang-bintang berzikir di kedipannya Memancarkan cahaya terang benderang Gulita rona marcapada Mengetuk setiap pintu-pintu rumah itu Sebagai tangga nada para pejalan malam Dari menuju pelataran sumpahnya “Maka, Sayang. Ketuklah pintu rumahku” Mengolah dan mengasah panca indra Senantiasa menyelami kedalaman Cahaya di atas cahaya Sang pemilik tunggal semesta alam Malang, 23 Agustus 2020. Mandul Kutulis sajak ini dari seorang pemegang pena yang termenung di tepi sungai tohor telaga hitam penanya Menyaksikan pohon meranggas paru-paru perunggu bernap...

Puisi-puisi Moehammad Abdoe (Bangka Pos, 12 Juli 2020).

SKETSA MONOLOG BERBATUAN Pohon-pohon merenung Tempias hujan menampar kelisah Daun kering saling berguguran Menimpa pada gemercik air sungai Selaksa rindu mengalir Monolog berbatuan sunyi Ikan sepat berenang dengan arus Burung kedasih mengeja syair hujan Menukik serangga pada jejaknya Anak-anak bermain sungai Malang, 1 Juli 2020. MATAHARI BUNGA KUACI Hari selepas hujan redah Bulu matanya perlahan semakin memanas Mengintip di balik kerimbunan Di langit tua yang bersangga tiang Matahari pun telah berangsur ke laut Pelepah daun pisang kemudian menguning Burung-burung malam bermain dawai Menyanyikan sajak tentang rembulan dan anggur Sebelum cahaya tersebut benar-benar berlalu Adapun ribuan anak panah pengantar doa Saling gemetar dan berkalang lidah Membaca tangis selembar robekan peta Malang, 3 Juli 2020. MASKUMAMBANG Siluet kapal menyempit ke pulau Cahaya kuning dipancarkan Mengapung dengan gelombang laut Tercubit pasir bas...

Sajak-sajak Moehammad Abdoe (Tanjungpinang Pos, 1 Agustus 2020).

  KELUARGA IBRAHIM (1)  Di bukit Mina itu  Ibrahim seorang Nabi taat  dari Allah telah menguji  menyembelih putranya  bernama Ismail  Sebab kesabaran hati  Allah pun mengutus Jibril  menukar putra Ibrahim  seekor domba  (2)  Ismail putra Hajar  Nabi yang saleh dan tabah  sumber mata air zamzam  terpancar zaman  (3)  Sungguh Siti Hajar  perempuan dari Mesir itu  terpanggang terik matahari  di lembah gersang  Betapa pun sabar  kasih dan pengorbanannya  berputar tujuh keliling  umat mengenang  (4)  Menyembelih Ismail  di puncak ketakwaannya  Allah mengajarkan  manusia agar menyembelih  sifat-sifat binatang  pada dirinya  Malang, 30 Juli 2020. RINDU DI JALAN NABI MUSA Bila rindu telah berserah diri  waktu hanyalah ruang yang hampa  namun, bila rindu telah menggebu  akankah jarum dapat menemukan bukti Seperti di pundak ...

Sajak-sajak Moehammad Abdoe (Lampung News, 21 Agustus 2020).

  GUNUNG BOTAK Hidangan emas dari Yang Maha Pemurah dari ceruk rantau Gunung Botak menjadi rujukan orang-orang nestapa. Daun biru pelangi membungkus tubuhnya yang terjar menampung kekejaman penambang yang siap mengikis hidangan. Orang-orang nestapa dari segala kalangan serempak serentak meniti buih lubang harapan. Jiwa dan raga mereka kerahkan di antara galian-galian terjal nyawa mereka taruhkan. Pulau Buru, Namlea, 2018. KEMATIAN SULUH BUDAYA Kebun telah dibangun gedung megah benih-benih dulu kautanam tumbuh sebatang di halaman Berbuah berkali-kali buah terserak diserampang bangsa pencuri sebagiannya ludes terjual di pasar Sepulang siang menenteng oleh-oleh mabuk gadung di halaman Seperti ada yang hilang dari anak cucu pewaris budaya luhurmu Bangkalan, Juli 2019. API Kuhisap cintamu pada api Dalam sukmaku yang sunyi Membentang kepak-kepak burung Rindu menabik waktu Aku tidaklah kau Kecuali menyatu dalam dzatmu Berkelana di gurun sahara ...