Langsung ke konten utama

Sajak-sajak Moehammad Abdoe (Lampung News, 21 Agustus 2020).

 



GUNUNG BOTAK

Hidangan emas dari Yang Maha Pemurah
dari ceruk rantau Gunung Botak menjadi rujukan orang-orang nestapa.

Daun biru pelangi membungkus tubuhnya yang terjar
menampung kekejaman penambang
yang siap mengikis hidangan.

Orang-orang nestapa dari segala kalangan
serempak serentak meniti buih lubang harapan.

Jiwa dan raga mereka kerahkan
di antara galian-galian terjal
nyawa mereka taruhkan.

Pulau Buru, Namlea, 2018.

KEMATIAN SULUH BUDAYA

Kebun telah dibangun gedung megah
benih-benih dulu kautanam
tumbuh sebatang di halaman

Berbuah berkali-kali buah terserak
diserampang bangsa pencuri
sebagiannya ludes terjual di pasar

Sepulang siang menenteng oleh-oleh
mabuk gadung di halaman

Seperti ada yang hilang dari anak cucu
pewaris budaya luhurmu

Bangkalan, Juli 2019.

API

Kuhisap cintamu pada api
Dalam sukmaku yang sunyi
Membentang kepak-kepak burung
Rindu menabik waktu

Aku tidaklah kau
Kecuali menyatu dalam dzatmu
Berkelana di gurun sahara
Desir angin sangkakala

Adanya dari hulu ke hilir
Tak usang oleh peradaban zaman
Cinta melebur dalam nirwana
Segala kuarsa pujangga hati

Rantau, 14 Desember 2019.


BUNGA API


luka nganga
menelan matahari
terbakar jelaga
sakit hati

bagai daun limbung
disapu angin
membajak bintang
kaki halaman

Bangkalan, 21 Maret 2020.

SUDUT PANDANG


1/
Dinding kaca
kacamata
tembus pandang
tunduklah.

2/
Matahari
bunga kuning
sengketa
rabun ayam
ternyata.

3/
Urat leher
sebatang pohon
naungan diri
sia-sia.

Bangkalan, 14 Maret 2020
.

Moehammad Abdoe, anggota komunitas Dari Negeri Poci. Pelopor komunitas Pemuda Desa Merdeka (PDM 2015) dengan gerakan yang mengangkat tema sosial dan seni musik jalanan. Karyanya berupa puisi dan cerpen telah diterbitkan di berbagai media massa, dan diabadikan dalam berbagai buku antologi. Saat ini, ia tinggal di sebuah desa kecil di bawah lereng bukit kapur (Malang).

#moehammadabdoe #sajaksajak #pondoksastra

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Moehammad Abdoe (Pondok Sastra)

BIANGLALA Oleh: Moehammad Abdoe. Musim hujan di Kota Malang Pelangi di tepi Sungai Brantas itu Indah menawan bak tepian mata Kemilap cahayanya ingin mengabadikan Tatkala senja mengujung tiba Matahari tersangkut di kabel Bocah-bocah sebaya bersahaja Menarik layang-layang Bila di Jakarta angin saja dijual Di kotaku angin bertebaran Melesat ke segenap penjuru ruang Pohon nyiur di tepi jalan Malang, 20 November 2019. MERPATI Oleh: Moehammad Abdoe. Merpati Jemputlah kekasih Tatkala ia bertanya Jawablah karena cinta Rayu dan cium Sambutlah dengan senyum Gamit dan kepakkan sayapmu Terbanglah sampai tujuh Pulau Buru, Namlea, November 2018. GUNUNG BOTAK Oleh: Moehammad Abdoe. Hidangan emas dari Yang Maha Pemurah dari ceruk rantau Gunung Botak menjadi rujukan orang-orang nestapa. Daun biru pelangi membungkus tubuhnya yang terjal menampung kekejaman penambang yang siap men...

Puisi Moehammad Abdoe (Pondok Sastra).

gambar google. DARI LORONG SELIMUT Oleh: Moehammad Abdoe. Ya Tuhan secuil batu bata tiupan firman adakah ruang atau sekedipan waktu untuk lari? Di balik selimut kelam ruhku direnggut sunyi sejenak ingin kulepas garis pandangMu Menembus malam melintasi rembulan bintang-bintang, bima sakti dan galaksi-galaksi Dari barat sampai timur fajar tiada kusanggup berpaling dariMu yang luas mengetahui Bangkalan, 03 April 2019. API Oleh: Moehammad Abdoe. Kuhisap cintamu pada api Dalam sukmaku yang sunyi Membentang kepak-kepak burung Rindu menabik waktu Aku tidaklah kau Kecuali menyatu dalam dzatmu Berkelana di gurun sahara Desir angin sangkakala Adanya dari hulu ke hilir Tak usang oleh peradaban zaman Cinta melebur dalam nirwana Segala kuarsa pujangga hati Rantau, 14 Desember 2019. MANI BUNGA KERANDA Oleh: Moehammad Abdoe. Mani bunga keranda Di pundak-pundak petani Kereta arak-arakan Payung zikir Sepetak ladang basah Bedeng renungnya rahim bumi ...

Puisi Moehammad Abdoe (Pondok Sastra).

gambar google. ANAK GEMBALA Oleh: Moehammad Abdoe. Rumah prodeo Merajut badan sebatang kara Dangau pemasungan Sungai darah Usiran kasih sayang Tempat pembuangan bertingkap Saat kabut purba lengas Gulita kerai bulan Waktu menjelang tiba Sembap di pangkuan bunda fajar Mengecup tanah berbunga Di taman Suara bangsi gembala Menggema di padang sabana Cemeti dewa menggiring domba Pulang ke kandang Malang, 14 Februari 2020. PERAHU KERTAS Oleh: Moehammad Abdoe. Perahu kertas Dermaga penantian Mengeja seribu deretan aksara Riwayat batu karang Lembayung berenang Selaput bening matanya berkaca-kaca Di langit tua berkunang-kunang Ia membasuh luka Tuhan kiranya mampu Menangkup cahaya menara pandu Ajarilah bagaimana menyandarkan perahu Kemudian melipat sampul buku Kiranya beku kapur Luntur mengabu di lautan kalbu Bagaimana sauh berlabu Pusaran laut biru Bangkalan, 25 Februari 2020. BAHTERA YATIM PIATU Oleh: Moehammad Abdoe. Memanjat doa tebing...