DARI LORONG SELIMUT
Oleh: Moehammad Abdoe.
Ya Tuhan
secuil batu bata tiupan firman
adakah ruang atau sekedipan waktu untuk lari?
Di balik selimut kelam
ruhku direnggut sunyi
sejenak ingin kulepas garis pandangMu
Menembus malam
melintasi rembulan
bintang-bintang, bima sakti
dan galaksi-galaksi
Dari barat sampai timur fajar
tiada kusanggup berpaling dariMu
yang luas mengetahui
Bangkalan, 03 April 2019.
API
Oleh: Moehammad Abdoe.
Kuhisap cintamu pada api
Dalam sukmaku yang sunyi
Membentang kepak-kepak burung
Rindu menabik waktu
Aku tidaklah kau
Kecuali menyatu dalam dzatmu
Berkelana di gurun sahara
Desir angin sangkakala
Adanya dari hulu ke hilir
Tak usang oleh peradaban zaman
Cinta melebur dalam nirwana
Segala kuarsa pujangga hati
Rantau, 14 Desember 2019.
MANI BUNGA KERANDA
Oleh: Moehammad Abdoe.
Mani bunga keranda
Di pundak-pundak petani
Kereta arak-arakan
Payung zikir
Sepetak ladang basah
Bedeng renungnya rahim bumi
Ibunda hamil tua
Cangkul petani
Usai pasak pulang ke rumah
Sanak tetangga menanak nasi
Permadani senja buta
Menggelar kenduri
Kalipare, 9 Januari 2020.
JELITA DI PELUPUK MATA
Oleh: Moehammad Abdoe.
Rumah ini sudah sepi
pun ketika mataku menerobos celah-celah jendela
menguntit penduduk bumi
yang samar-samar cuai.
Menyibak jelita di pelupuk mata
menata bintang pada gugusan yang salah
berburu purnama di sabit senja
tetaplah sia-sia.
Rumah-rumah sempit
Sebelum asap tungku ibumu lari sembunyi
lekaslah kembali.
Kalipare, 27 Juli 2019.
KIDUNG SURAU
Oleh: Moehammad Abdoe.
masih kudengar suaramu
di antara desau daun
gemercik genangan musibah
bumi rimba raya
kidung anak-anak mengaji
robekan tirai langit:
Adam
Isa dan Yahya
Yusuf
Idris
Harun
Musa
Ibrahim
kedua telapak tangannya
saling tengadah doamu
Bangkalan, 23 Maret 2020.

Komentar
Posting Komentar