Langsung ke konten utama

Puisi Moehammad Abdoe (Pikiran Rakyat, 19 Oktober 2020).

 

Pikiran Rakyat, 19 Oktober 2020.

AROMA SILANG KAPUR BARUS 1


Dalam almari itu


Masih tertata rapi kemeja dan sarung


Pelasah melipat kenangan


Jejak tubuhmu


Bibir pucat masalah


Senandung sesal aroma kamper


Memilin jari-jari kasih


Pada selembut sutra


Menjahit kembali


Ketiak kemeja nan pernah robek


Meminang ampunan


Seluas pintumu


Kalipare, 21 Juni 2020.


AROMA SILANG KAPUR BARUS 2


Melihat catut dan gunting di lipatan baju 


Betapa aku masih menghafal aroma ketiak bulan 


Saat melepas satu per satu bulu matamu 


Nan kerap menangis di kedipan malam 


Dirahasiakannya obat mata dalam saku 


Biarlah bulan menelan sepi lukanya di antara kemilap kejora 


Anak-anak dari Timur yang tumbuh 


Menebar wangi kapur barus di meja makan 


Kalipare, 22 Juni 2020. 


AROMA SIILANG KAPUR BARUS 3


Masa di mana kau dapat membelinya dari kios pasar tradisional, dulu 


Sebuah arloji berwarna keemasan yang kini mulai tampak pudar 


Sebermula adalah benda kesayanganmu 


Melingkar setia di pergelangan tangan, sebagaimana sikap pelayan 


Jarumnya saling termenung di angka setelah matamu enggan dapat melihat 


Tiada ke mana secercah cahaya dari lubang kunci untuk memasukkan telunjuk 


Mencuri waktu senggang masa lalu barang sekejap mata 


Kecuali hanya wangi kapur barus dan kelopak bunga layu 


Malang, 23 Juni 2020.

 

Moehammad Abdoe, anggota komunitas Dari Negeri Poci. Pelopor komunitas Pemuda Desa Merdeka (PDM 2015) dengan gerakan yang mengangkat tema sosial dan seni musik jalanan. Karyanya berupa puisi dan cerpen terbit di berbagai media massa dalam negeri maupun luar negeri, antara lain: Utusan Borneo, Sabah (Malaysia), Suara Sarawak, Suara Merdeka, Minggu Pagi, Koran Merapi, Kedaulatan Rakyat, Republika, Rakyat Sultra, Riau Pos, serta diabadikan di berbagai antologi bersama. Saat ini, ia tinggal di sebuah desa kecil di bawah lereng bukit kapur (Kalipare-Malang).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Moehammad Abdoe (Pondok Sastra)

BIANGLALA Oleh: Moehammad Abdoe. Musim hujan di Kota Malang Pelangi di tepi Sungai Brantas itu Indah menawan bak tepian mata Kemilap cahayanya ingin mengabadikan Tatkala senja mengujung tiba Matahari tersangkut di kabel Bocah-bocah sebaya bersahaja Menarik layang-layang Bila di Jakarta angin saja dijual Di kotaku angin bertebaran Melesat ke segenap penjuru ruang Pohon nyiur di tepi jalan Malang, 20 November 2019. MERPATI Oleh: Moehammad Abdoe. Merpati Jemputlah kekasih Tatkala ia bertanya Jawablah karena cinta Rayu dan cium Sambutlah dengan senyum Gamit dan kepakkan sayapmu Terbanglah sampai tujuh Pulau Buru, Namlea, November 2018. GUNUNG BOTAK Oleh: Moehammad Abdoe. Hidangan emas dari Yang Maha Pemurah dari ceruk rantau Gunung Botak menjadi rujukan orang-orang nestapa. Daun biru pelangi membungkus tubuhnya yang terjal menampung kekejaman penambang yang siap men...

Puisi Moehammad Abdoe (Pondok Sastra).

gambar google. DARI LORONG SELIMUT Oleh: Moehammad Abdoe. Ya Tuhan secuil batu bata tiupan firman adakah ruang atau sekedipan waktu untuk lari? Di balik selimut kelam ruhku direnggut sunyi sejenak ingin kulepas garis pandangMu Menembus malam melintasi rembulan bintang-bintang, bima sakti dan galaksi-galaksi Dari barat sampai timur fajar tiada kusanggup berpaling dariMu yang luas mengetahui Bangkalan, 03 April 2019. API Oleh: Moehammad Abdoe. Kuhisap cintamu pada api Dalam sukmaku yang sunyi Membentang kepak-kepak burung Rindu menabik waktu Aku tidaklah kau Kecuali menyatu dalam dzatmu Berkelana di gurun sahara Desir angin sangkakala Adanya dari hulu ke hilir Tak usang oleh peradaban zaman Cinta melebur dalam nirwana Segala kuarsa pujangga hati Rantau, 14 Desember 2019. MANI BUNGA KERANDA Oleh: Moehammad Abdoe. Mani bunga keranda Di pundak-pundak petani Kereta arak-arakan Payung zikir Sepetak ladang basah Bedeng renungnya rahim bumi ...

Puisi Moehammad Abdoe (Pondok Sastra).

gambar google. ANAK GEMBALA Oleh: Moehammad Abdoe. Rumah prodeo Merajut badan sebatang kara Dangau pemasungan Sungai darah Usiran kasih sayang Tempat pembuangan bertingkap Saat kabut purba lengas Gulita kerai bulan Waktu menjelang tiba Sembap di pangkuan bunda fajar Mengecup tanah berbunga Di taman Suara bangsi gembala Menggema di padang sabana Cemeti dewa menggiring domba Pulang ke kandang Malang, 14 Februari 2020. PERAHU KERTAS Oleh: Moehammad Abdoe. Perahu kertas Dermaga penantian Mengeja seribu deretan aksara Riwayat batu karang Lembayung berenang Selaput bening matanya berkaca-kaca Di langit tua berkunang-kunang Ia membasuh luka Tuhan kiranya mampu Menangkup cahaya menara pandu Ajarilah bagaimana menyandarkan perahu Kemudian melipat sampul buku Kiranya beku kapur Luntur mengabu di lautan kalbu Bagaimana sauh berlabu Pusaran laut biru Bangkalan, 25 Februari 2020. BAHTERA YATIM PIATU Oleh: Moehammad Abdoe. Memanjat doa tebing...